
Opsi pertama, opsi A menyatakan pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS) tidak bermasalah karena dilakukan untuk mencegah krisis dan sudah berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan opsi kedua, opsi C, menyatakan baik pemberian FPJP maupun PMS bermasalah.
Sedangkan opsi B, yang menyatakan bahwa FPJP dan bailout hanya bermasalah dalam teknis pelaksanaan namun tidak dalam kebijakan, direkomendasikan oleh Pansus untuk tidak menjadi opsi voting.
Informasi yang didapatkan detikcom, hingga saat ini, fraksi-fraksi pemilih opsi A adalah Fraksi Partai Demokrat (FPD), Fraksi PKB, dan Fraksi PAN. Sedangkan fraksi-fraksi pemilih opsi C adalah Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDIP, Fraksi PKS, Fraksi PPP, Fraksi Hanura, dan Fraksi Gerindra.
Bila peta ini tak berubah hingga voting dalam paripurna nanti, maka kekuatannya sebagai berikut:
1. Opsi A akan dipilih oleh anggota FPD (145 suara), FPAN (45 suara), dan FPKB (27 suara). Total jumlah suara: 217 suara
2. Opsi B akan dipilih oleh anggota Fraksi Partai Golkar (103 suara), Fraksi PDIP (93 suara), Fraksi PKS (57 suara), Fraksi PPP (37 suara), Fraksi Hanura (17 suara), dan Fraksi Partai Gerindra (26 suara). Total jumlah suara: 333 suara.
Namun, hingga saat ini pimpinan partai politik (parpol) masih terus melakukan lobi politik. Bisa jadi, kekuatan akan berubah menjelang voting. Informasi yang detikcom kumpulkan dari berbagai sumber, FPD, FPAN, dan FPKB memastikan tidak akan mengubah keputusannya. Mereka 100 persen akan mendukung opsi A.
Sikap fraksi-fraksi yang masih bisa berubah antara lain Fraksi PPP, Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi Partai Gerindra. Fraksi Partai Golkar yang sebelumnya sangat keras dalam mendorong agar penyelamatan Bank Century diputuskan sebagai kebijakan yang salah, kabarnya sudah melunak.
"Memang lobi-lobi politik masih terjadi. Sebagian dari kami tetap menginginkan agar opsi C yang dipilih. Tapi, sebagian lainnya akan mengubah haluan ke opsi A, karena kami juga menjadi bagian koalisi dengan parpol-parpol pendukung SBY. Jadi, bisa jadi, suara kami tidak solid," kata sumber di Partai Golkar.
Hal yag sama juga terjadi di FPPP dan Gerindra. Mereka masih menunggu keputusan pimpinan parpol menjelang sidang paripurna. "Prediksi kami, kalau voting, suara kami tentu tidak akan bulat. Tapi sebagian besar tentu akan mendukung keputusan pimpinan," kata salah seorang anggota FPPP.
Related Post:
Berita Terkini
- Info Mudik Gratis 2011
- Nazarudin Berhasil Ditangkap Di Cartagena Colombia
- Hot Pic Foto Bugil Cewe TKS Empat Lawang
- Profile Adelia Wihelmina Siap Jadi Istri Baru Pasha Ungu
- Wow Tarif Parkir akan Naik 500 Persen?
- FOTO HOT Mirip Artis Nikita Mirzani dan Andrew Andhika Beredar
- Justin Bieber Dikabarkan Seorang Pedophilia Berusia 51 Tahun
- Ilham Aidit Anak DN Aidit (Tokoh Kunci PKI) Minta Sejarah G30/S PKI Secara Lengkap
- Risty Tagor Rifky Balwell Nikah Muda?
- Q Festival Film - Tempat Gay Lesbian and Bisexual Kumpul Nonton Bareng
- Gempa Papua 7,4 SR Berpotensi Tsunami
- Foto Kerusuhan Ampera dan Korban Keji Banget
- Ini Dia Daftar Orang Tewas di Kerusuhan Ampera Blowfish
- Ampera Rusuh Terkait Kasus Blowfish
- Irma Nici - Foto Foto Hot Irma Nici Terbaru
- Profile Irma Nici - Irma Nici ML With David Beckam Treesome
- Pendeta Bob Old Mati Terbakar - Pastor Bob Old Died In a Car Crash
- Lee DeWyze American Idol Baru
- Dian Sastro Dugem Setelah Resepsi Pernikahan
- Foto Prosesi Siraman Nia Ramadani
- Gayus Sudah Ditangkap di Singapura
- Gempa Gorontalo 5,6 SR Buat Panik Warga
- Heboh Adolf Hitler Tinggal di Indonesia dan masuk islam
- Mau Tau Revolusi Telekomunikasi Tahun 2015
Write comment here